Antara Kursi KRL dan Kursi Kekuasaan
February 6, 2009 at 9:15 am Leave a comment
Siapa yang sering naik KRL ekonomi jurusan Bogor-Jakarta? Pastinya udah sering ngerasain yang namanya desek-desekan. Jam berapapun KRL ekonomi berangkat, kalau nggak di Stasiun Bogor, KRL akan penuh di stasiun Cilebut, Bojong Gede, Citayam, dan Depok. Nah setelah lewat stasiun-stasiun tersebut, gak terlalu banyak penumpang yang lewat.
Soal desek-desekan, udah jadi makanan sehari-hari buat penumpaang setia KRL. Tapi di balik peristiwa desak-desakan itu, ternyata jadi kepikiran suatu hal.
Penumpang saling berdesakan karena mau dapet duduk duluan. Saking gak pengen berdirinya, mereka saling sikut dan tarik plus dorong. He..he..he.. rada kayak smack down dikit. Tapi, itulah perjuangan untuk mendapatkan kursi.
Ternyata, gak jelek kok kita rebutan kursi di KRL. Soalnya kalau kita udah duduk, terserah kita kan kursi mau terus didudukin atau dikasih sama orang lain yang emang butuh. akan jadi pahala manakala ketika kita dapet duduk, terus ada seorang wanita tua, ibu-ibu hamil, atau orang tua yang gak sanggup berdiri lama, kita kasih aja tempat duduk kita itu.
Jadi, rebutan buat dapet duduk di KRL ekonomi gak salah, asal niatnya aja kalau udah dapat kursi jangan sampai lupa untuk peduli dengan penumpang lainnya yang membutuhkan.
Coba kalau para pemimpin negeri ini bersikap seperti itu ya..
Gak apa-apa rebutan kursi kekuasaan, asalkan setelah dapet kursi, mereka inget dengan masyarakat yang sudah memilihnya. Bukannya asyik menikmati kekuasaan dan segala fasilitas negara yang didapetin dari pajak yang dibayar oleh rakyat.
Entry filed under: 1. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed